Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mulai menggodok Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) untuk periode 2025 hingga 2029. Dokumen strategis ini diklaim Bupati Gayo Lues, Suhaidi, akan memastikan pembangunan berjalan terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Visi utama yang diusung dalam RPJMK lima tahun ke depan adalah: “Terwujudnya Gayo Lues yang Islami, Berdaya Saing, dan Sejahtera.”
Visi ini dijabarkan melalui empat misi kunci, yang disampaikan Suhaidi dalam rapat pembahasan rancangan Qanun pertanggungjawaban APBK 2024 dan rancangan Qanun RPJMK 2025–2029 di Ruang Sidang DPRK Gayo Lues, Selasa, 12 Agustus 2025.
Misi-misi tersebut meliputi:
- Mewujudkan kehidupan masyarakat yang Islami.
- Mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
- Meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.
Tantangan Efisiensi APBD
Dalam pidatonya, Bupati Suhaidi juga menyinggung tantangan besar yang langsung dihadapi pemerintahannya, yakni Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Inpres ini menuntut efisiensi belanja APBN dan APBD secara ketat.
Kebijakan efisiensi belanja tersebut, kata Suhaidi, memaksa Pemkab untuk melakukan optimalisasi anggaran dengan mengurangi pos-pos belanja yang dianggap tidak prioritas.
“Dengan kebijakan efisiensi ini, kita berharap penggunaan anggaran semakin efektif dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suhaidi.
Tantangan bagi Pemkab Gayo Lues kini adalah bagaimana mewujudkan visi pembangunan yang ambisius—yakni Islami, Berdaya Saing, dan Sejahtera—di tengah desakan Pemerintah Pusat untuk memangkas dan mengefisienkan alokasi anggaran daerah. (J.porang)































