Oleh : jen-news.com
Rapat dan Pejabat, penontonnya masyarakat, pejabatnya sebagai pemerannya film nya, didalam rapat merancang persoalan masyarakat Harini, tanda acara pun akan dimulai dengan memasang spanduk informasi pokok pembahasan masyarakat hari ini, singkat cerita semua pejabat penting daerah itupun duduk dengan wibawa yang membahana sorotan Blit lensa fokus pada pejabat utama pimpinan.
” Para hadirin bapak ibu yang mulia hadir pada kesempatan yang istimewa ini, saat ini kita tengah mendengar hiruk pikuk masyarakat kita, ada yang kehilangan lapangan pekerjaan, kehilangan ongkos harian atau buruh kasar harian, honor tak terbayar, harga beras melambung tinggi pesta perkawinan dan sebagainya kian membeludak, hal ini coba kita cari solusinya sesuai tupoksi masing-masing”, gumam pimpinan rapat itu.
Nada lirih penuh penghormatan dari sudut meja paling ujung menyambut gumam pemimpin itu.
“Bapak/ibu yang saya banggakan dan saya cintai, bagi saya salah satu dari prihal yang dikatakan pimpinan, kita perlu membuat peraturan tentang peretasan kemiskinan, dengan itu semua, semua sektor punya kekuatan hukum yang tetap merencanakan problem masyarakat saat ini”,ungkapnya dengan menggunakan kaca mata hitam diruang gelap begitu gagah.
Satu – persatu membahas hal yang sangat di pentingkan problem ini, singkat cerita kameramen yang tadi sangat fokus membidik acara itu, memastikan tidak ada satu dokumen pun yang gagal buram.
Seneck, buah, minuman dan lainya seiring berakhirnya acara rapat itupun terkupas dan hilang dari peredaran jam istirahat pun kini tiba waktunya kemudian pembawa acara mengumumkan acara terahir inti rapat hari ini dan doa, sehingga rapat tersebut karena belum memiliki regulasi yang tepat, rapat akan dilanjutkan besok pembahasan regulasi, dan lantunan doa pun melongok.
“Kita seperti menonton sinetron yang tidak ada habisnya. Setiap hari, mereka berbicara tentang masalah yang sama, tapi tidak ada solusi yang nyata,” kata seorang warga lainnya dengan nada platapleto.
Masyarakat yang menonton televisi acara live rapat itu merasa seperti sedang menonton drama yang tidak ada habisnya.
Mereka sudah bosan dengan janji-janji content tidak pernah ditepati. Yang mereka butuhkan adalah tindakan nyata, bukan lagi rapat yang tidak ada hasilnya. Sementara berharap sore ini beras turun ditunda karena filem bersambung.
“Semoga besok mereka benar-benar membuat perubahan yang nyata dengan tema kemiskinan ditimbun, kalau yang tadi diretas temanya. Tapi, kita tidak terlalu berharap,, pake e lagunoyanne we” kata seorang warga dengan nada pesimis.
Hal tersebut merupakan contoh cerpen yang baik.































