Aceh Singkil, JENNEWS ~ Kondisi jalan mitigasi yang menghubungkan Desa Takal Pasir menuju Desa Pea Bumbung, Kabupaten Aceh Singkil, semakin memprihatinkan. Pasalnya, jaringan pipa air milik PDAM Tirta Singkil justru terletak di tengah badan jalan, terbuka dan sangat mencolok. Keberadaan pipa tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Salah seorang warga yang rutin melintasi jalan tersebut mengaku sangat was-was setiap kali melewati lokasi itu. “Sudah lama pipa itu begitu, terbuka di jalan. Kami takut terjadi kecelakaan, apalagi kalau malam hari, jalan gelap dan tidak ada tanda,” keluh warga yang enggan disebut namanya.
Ironisnya, infrastruktur air yang seharusnya mendukung kenyamanan masyarakat, justru berubah menjadi sumber masalah karena penempatan yang tidak tepat. Belum lagi minimnya upaya dari pihak terkait untuk memperbaiki atau memindahkan jaringan tersebut menambah kesan bahwa keselamatan warga bukanlah prioritas.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Aceh Singkil, khususnya Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait lainnya, untuk segera menanggapi kondisi ini. Mereka berharap jaringan pipa tersebut bisa segera ditimbun atau dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.
“Jangan tunggu sampai ada korban dulu baru bertindak. Ini jalan umum, bukan tempat menyimpan jaringan air terbuka,” tambah warga lain dengan nada kesal.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara instansi pengelola infrastruktur dengan pihak yang bertanggung jawab atas jalan umum. Sebab, pembangunan yang tak memperhatikan keselamatan publik justru bisa menjadi bumerang, bima pohan.































